Kamis, 12 September 2013

Komdis PSSI memberikan hukuman terhadap Bobotoh, apakah itu sebuah tindakan yang adil?

Foto : Viking Persib Club (kondisi ketika di Stadion Maguwoharjo, Sleman)
Komisi disipin PSSI memberikan hukuman terhadap bobotoh persib selama 1 tahun untuk tidak menghadiri laga tandang Persib Bandung pasca pertandingan Persija Jakarta kontra PERSIB Bandung di stadion maguwoharjo,sleman pada tanggal 28 agustus 2013. Duel panas di liga indonesia ini memang sangat kental dengan emosi yang begitu tinggi, dikarenakan kedua kelompok supporter ini berseteru.
Pada hari Rabu tanggal 11 september 2013, komdis PSSI memberikan hukuman terhadap bobotoh persib untuk tidak dapat menghadiri laga tandang PERSIB selama 1 tahun. Ini yang dijadikan bukti oleh Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan, "Suporter Persib masuk lewat pintu selatan dan memancing suporter Persija sehingga perkelahian di tribun selatan terjadi. Akibatnya pertandingan dihentikan. Larangan itu berlaku terhitung sejak hari ini," ucap Hinca Panjaitan, Ketua Komdis PSSI di kantor pusat PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9). "Di samping itu, Bobotoh juga dianggap bersalah ketika melakukan pelemparan ke dalam lapangan saat laga memasuki menit ke-61. Sehingga mengakibatkan pertandingan terhenti selama lima menit. Mereka telah memicu keributan yang berujung perkelahian di dalam stadion dan membuat pertandingan dihentikan. Dan itu melanggar pasal 78 kode disiplin," kata kata Ketua Komdis PSSI, Hinca Panjaitan kepada wartawan di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/09). ( sumber : jaringnews.com). Komdis juga menjatuhkan denda sebesar Rp50 juta kepada manajemen Persib akibat tingkah laku buruk suporter tersebut. Sesuai Kode Disiplin pasal 75 ayat 8, yakni tingkah suporter ditanggung klub. "Tentu saja hukuman ini bisa dibanding," Hinca menegaskan. ( sumber : Goal.com Indonesia ).
Saya yang juga datang langsung ke sleman untuk menyaksikan duel panas ini, melihat bahwa koordinasi antara pihak kepolisian, panpel, BCS (supporter PSS Sleman) sangat bagus dalam upaya mengamankan duel panas ini. Rombongan bobotoh dari bandung yang menggunakan bus, datang sekitar Pukul. 13.00 siang dan rombongan bobotoh tidak langsung menuju stadion maguwoharjo tempat dilaksanakan pertandingan ini, tetapi rombongan bobotoh diarahkan menuju stadion Tridadi terlebih dahulu, stadion PSS Sleman yang lama.
Di Stadion Tridadi ini, rombongan bobotoh disambut baik oleh BCS ( supporter PSS Sleman ), dan diberi arahan oleh pihak kepolisian sleman kepada para bobotoh. Hal ini merupakan koordinasi yang begitu baik antar pihak kepolisian sleman dan Supporter PSS Sleman. Ini tanggapan Ketua Viking Persib Club, "Jadi kejadian di Sleman itu potensi kerusuhannya besar tapi akhirnya jadi kecil. Panpel dan Kapolres bekerja dengan baik, semua diurus sebelumnya. Kerusuhan yang terjadi hanya kecil, harusnya Komdis melihat semuanya terlebih dahulu. Jadi itu keputusan yang tidak tepat,” kata Herru Djoko (Ketua Viking).
Saya justru mempertanyakan mengapa Komdis PSSI bisa semudah itu mengambil keputusan ini yang tidak disertai bukti dan sumber yang jelas. Saya rasa ini merupakan suatu keputusan yang sangat tidak adil bagi bobotoh. Sebagai sebuah bukti yang nyata, ketika pertandingan Persija vs PERSIB di musim 2012 lalu yang digelar di Stadion GBK, ada salah seorang anggota viking yang meninggal di dalam stadion (Alm. Rangga) yang dipukuli oleh sebagian The Jakmania (supporter Persija) apakah itu bukan sebuah tindakan kriminalitas?. Komdis PSSI pun hingga saat ini tidak belum menindak lanjuti kejadian ini. Selain kejadian itu, tepatnya pada putaran kedua Liga Super Indonesia musim 2013 ini, ketika Persija vs PERSIB di Stadion GBK, ketika rombongan Bus PERSIB keluar dari hotel di Jakarta untuk menuju Stadion GBK, beberapa the jakmania melempari bus yang ditumpangi Pemain, Manajemen, dan official PERSIB, bahkan sebagian mereka pun melempari dengan bom molotov. Kejadian ini membuat shock Para Pemain, Manajemen, dan Official PERSIB, yang akhirnya manajemen PERSIB tidak melaksanakan pertandingan itu. Tetapi apa tindakan yang dilakukan oleh Komdis PSSI hingga saat ini terhadap kejadian tersebut??,, Komdis PSSI bahkan belum menyelesaikan kejadian tersebut hingga tuntas.
Menurut pandangan saya tentang hukuman yang diberikan Komdis PSSI kepada bobotoh pasca pertandingan Persija vs PERSIB sangat begitu tidak adil. Seharusnya Komdis PSSI melihat lebih jeli akan kejadian ini, disertai dengan bukti yang jelas. The Jakmania (Suppoter Persija) yang mengeroyok anggota viking sampai merenggut nyawa (Alm. Rangga), dan melempari bus PERSIB di Jakarta, bahkan sampai dilempari bom molotov, Sejauh mana tindakan Komdis PSSI terhadap kejadian tersebut?. Bahkan Ketua Komdis PSSI Hinca Pandjaitan menilai, suporter PERSIB Bandung sengaja memancing kerusuhan itu (sumber : tribunjakarta.com). Mengapa anda seenaknya berkata demikian Pa??? Tanpa bukti dan sumber yang NYATA !!!!!!!!!!!!!!
     
      KAMI BUTUH KEADILAN UNTUK SEMUA WAHAI KOMDIS PSSI !!! 
     JUSTICE FOR ALL !!!
      
     KICK POLITICS OUT OF FOOTBALL .....
  
JAYALAH PERSIBKU ...


Oleh Reza Prayoga
      Pecinta Sepak Bola dan Bobotoh Persib


                                                                  
                                            
     
    

           






















Tidak ada komentar:

Posting Komentar